Ruangan kerja Leonel di lantai empat puluh gedung pencakar langit itu terasa dingin dan hening. Kaca jendela besar setinggi langit-langit menampilkan panorama Jakarta yang sibuk di bawah sana. Namun kesibukan di luar tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ketegangan yang sedang terjadi di dalam ruangan itu. Leonel duduk di kursi kebesarannya. Dia menatap tiga orang pria berjas hitam yang berdiri menunduk di hadapannya. Di atas meja mahoni yang mengkilap tergeletak sebuah map merah yang terbuka. "Saya sudah bilang," suara Leonel terdengar rendah namun tajam membelah keheningan. "Jangan ada kesalahan dalam pengiriman kargo di jalur utara. Tapi kenapa laporan ini mengatakan ada penahanan tiga kontainer di pelabuhan?" Salah satu pria yang berdiri di tengah memberanikan diri untuk m

