Leonel mengangkat tubuh Tiana dengan sangat mudah. Ia membawa istrinya melangkah menuju bathtub besar berbahan marmer putih di sudut ruangan. "Leon, bajuku masih basah semua," keluh Tiana manja. Tangannya berpegangan erat pada bahu lebar suaminya. "Biar aku yang melepaskannya untukmu, Sayang," bisik Leonel tepat di telinga Tiana. Suaranya menggema rendah di antara suara percikan air dari pancuran yang masih menyala. Leonel menurunkan Tiana perlahan ke dalam bathtub. Ia memutar keran air hangat hingga air mulai mengisi ruang pualam itu dengan cepat. Tiana duduk diam sambil menatap suaminya dari bawah. Mata polosnya memperhatikan tangan Leonel yang mulai membuka kancing kemeja basah Tiana satu per satu. "Kamu selalu tahu cara bikin aku deg-degan ya," ucap Tiana blak-blakan. Ia men
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


