Bab 68 - Kepolosan Tiana, Kekuatan Leon.

2154 Words

"Papa harus pergi sekarang," ucap Alvaro sambil meletakkan serbet. "Ada pertemuan mendadak dengan rekan bisnis di Singapura nanti tengah malam. Pesawat Papa menunggu di Halim." Tiana langsung cemberut, wajahnya sedih. "Yah... kok cepet banget Pa? Padahal Tiana baru mau bikinin pisang goreng buat cuci mulut." Alvaro tersenyum tipis, kali ini senyum itu benar-benar tulus, bukan sekadar basa-basi diplomatik. Dia berdiri dan menghampiri Tiana, lalu menepuk puncak kepala menantunya pelan. "Simpan pisang gorengnya untuk kunjungan berikutnya. Papa janji akan datang lagi. Lagipula, Papa harus segera menetralisir lidah Papa dari ... micin yang sangat kuat ini." Tiana tertawa renyah. Dia meraih tangan besar Alvaro dan mencium punggung tangannya. "Hati-hati ya, Pa. Jangan lupa oleh-olehnya ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD