Bab 89 - Malam Panas (1)

1416 Words

"Kenapa diam saja?" bisik Leonel rendah. Suaranya terdengar sangat tenang namun dalam, memecah kesunyian kamar yang hanya diterangi lampu redup. ​Jemari Leonel yang kasar namun hangat mengusap perlahan garis rahang Tiana, menuntun wajah istrinya agar tidak lagi membuang muka. ​Tiana menggigit bibir bawahnya, kedua tangannya masih mencengkeram bahu Leonel yang kokoh. Ia merasa jantungnya berdegup sangat kencang sampai rasanya mau melompat keluar. ​"Habisnya kamu lihatin aku terus, Leon. Aku kan jadi malu," gumam Tiana. Suaranya terdengar manja, ia sedikit menyembunyikan wajah di ceruk leher Leonel untuk menghindari tatapan tajam suaminya. ​Leonel tersenyum tipis, sebuah senyuman manis yang jarang ia tunjukkan pada siapa pun. Ia mencium pelipis Tiana dengan lembut. "Aku hanya sedan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD