Wajah Athaar jadi yang pertama kupandangi saat membuka mata, aku bergerak perlahan menatapnya sambil tersenyum. Mata tertutup itu malah membuat aku lebih detail memerhatikan, ia punya bulu mata yang untuk ukuran laki-laki terbilang lentik dan panjang, bagian atas alis yang tak terlalu tebal tetapi hitam dan rapi. Pandanganku turun menatap hidung mancungnya hingga pada kedua bibirnya yang rapat kemudian tersenyum. “Hm,” gumamnya menandakan ia sudah bangun, sadar jadi pusat perhatianku sejak tadi. Aku bergerak mendekat, mengulurkan tangan diperutnya bersamaan kaki bertumpu dengan kakinya. Posisinya terlentang. Sementara kepalaku bersandar didadanya. Membagi rasa hangat dalam satu selimut yang sama. Tanganku bergerak menyusup ke dalam bajunya, bisa merasakan kehangatannya, mendapatkan k

