Chapter 12-Pilihan Tetap... . . Satu minggu sudah Nolan dan Candani menyesuaikan dengan kebersamaan mereka, tinggal seatap setelah resmi menikah. Morning sickness masih dialami Candani, seperti pagi ini, Nolan terbangun dan melihat jam yang masih pukul empat pagi, seperti biasa Candani sudah meninggalkan ranjang mereka. Nolan menyibak selimut, berjalan menuju kamar mandi yang pintunya tidak tertutup, menemukan Candani berdiri depan wastafel. “Muntah-muntah lagi?” tanyanya lembut. Candani mengangguk, “nggak separah kemarin.” Ia menunduk, berkumur lebih dulu. Nolan mendekat, ikut untuk menyikat gigi dan cuci muka. Candani tidak langsung keluar, dia akan menyucikan diri untuk ibadah subuh. Nolan yang biasanya selalu melewatkan, jadi malu dan ikut melakukannya. Selesai ibadah subuh

