Akhir-akhir ini, sungguh hidup Candani dan Nolan terasa seperti halaman manis dari buku kehidupan yang lama mereka impikan. Tak ada riuh pertengkaran, tak ada air mata lelah karena ujian yang terlalu berat seperti mereka mengawali hubungan. Hanya ada pagi-pagi yang disambut tawa kecil Caly, cinta yang semakin tumbuh, kompak menjadi orang tua dan pelukan hangat yang tak pernah terasa asing apalagi bosan. “Pakai baju yang mana ya Caly? Hari ini Papa libur dan ajak kita pergi!” “Iyeay!” Caly berseru sambil bertepuk tangan, dia sedikit terlambat bicara dari anak-anak seusianya. Tapi, Nolan dan Candani sudah berkonsultasi dengan dokter dan masih wajar keterlambatannya. ‘Pa’ untuk memanggil Papanya, ‘Maaa’ untuk memanggil Candani. Itu saja sudah kemajuan untuk putri kecil mereka yang sebenta
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


