“Apa isinya?” tanya Athaar yang berikutnya mendekat. Kami baru bersiap untuk makan malam dengan seluruh keluarga, termasuk Candani, keluarga kakak-kakakku pun bergabung. Kalau dari keluarga suamiku, selain keluarga inti, pun Mama Fay dan suaminya akan ikut bergabung. Kemarin pas acaraku, kami terlalu fokus pada tamu semuanya, dan Athaar menginginkan ada makan malam keluarga sebagai penutup perayaan pernikahan kami, sebelum kami memulai perjalanan bulan madu. Sebelum pergi, aku sempatkan membuka kado dari sahabat kecilku yang belum sempat aku lakukan. Terlupakan dengan banyaknya yang kami lakukan, termasuk bermesraan. Athaar ikut duduk, memerhatikan saat aku mengeluarkan kotak kado dari dalam tas belanjanya. “Taruhan yuk, tebak isinya. Pasti dress!” “Nggak boleh taruhan, Aa.” “B

