Made in Hallstatt [2]

2468 Words

“Bagaimana dok?” tanya Athaar, Dillah bahkan mendengar suara suaminya agak getar. Menunggu konfirmasi yang lebih pasti. Jantung Dillah semakin berdebar, tangannya juga berkeringat dingin sambil hatinya terus berdoa, semoga semuanya baik-baik jika memang ia tengah hamil. Ia jadi teringat kehamilan tak normal yang pernah Sea alami sebelum punya Kai, Dillah takut jika itu pun terjadi padanya. “Ini dia, calon buah hati kalian. Kantung kehamilan sudah terlihat dengan baik.” Dokter akhirnya memberitahu dengan yakin. Dillah menatap layar, terkejut sekaligus terharu. Rasanya begitu luar biasa, “Itu… itu benar buah hati kami? Uhm, baik dan normal kan dok?" tanyanya dengan suara bergetar. “Benar,” jawab dokter yakin. “Selamat ya, Ibu Dillah dan Pak Athaar. Usia kandungannya sekitar enam mingg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD