“Mas ngantuk ya?” tanya Nala. “Enggak, kenapa Sayang?” Nala melihat kearah spion, dia mengucek kedua matanya. Memastikan jika dirinya tidak salah lihat. “Rumah Ibuk sudah terlewat, Mas.” “Iya, Mommy. Daddy juga sudah tahu jika rumah yang mulia Reiga sudah terlewat tadi,” jawab Ace dengan santainya. “Terus kita mau kemana?” Bukannya menjawab Ace malah tersenyum membuat istrinya semakin bingung. Hingga mobilnya berhenti di depan rumah berlantai tiga dengan cat putih. Saat gerbang rumah terbuka, Nala melihat halaman luas banyak ditumbuhi bunga seperti di rumah Mamanya. “Mas mau berkunjung ke rumah siapa ini?” “Ayok, turun,” ajak Ace. Nala melepaskan seat belt langsung turun dengan bantuan suaminya. “Wah, halamannya luas sekali. Lebih luas dari rumah Ayah!” seru Nala. “Suka gak?

