Kantor Blackstone malam itu masih menyala meski sebagian besar lantai sudah kosong. Nicolas masuk tanpa pengumuman panjang. Resepsionis hanya mengangguk kecil. Ia sudah terlalu sering datang untuk dianggap tamu. Di lantai atas, Dante Blackstone sedang duduk di ruang rapat kecil, bukan ruang besar penuh layar. Hanya meja kayu panjang, dua kursi, dan lampu gantung minimalis. Tumpukan dokumen terbuka di depannya. “Kau datang lebih cepat dari biasanya,” kata Dante tanpa mengangkat kepala. “Aku tidak ingin menunda ini,” jawab Nicolas tenang. Dante menutup map di tangannya, lalu menatapnya. Tidak ada ketegangan. Hanya keseriusan. “Romano?” tebak Dante. Nicolas duduk di seberangnya. “Ya.” Sunyi sebentar. Bukan sunyi canggung. Sunyi orang-orang yang sudah tahu topik pembicaraan tanpa pe

