63. Mengunjungi Makam Ibu

1796 Words

Gwen menutup pintu di belakangnya, langkahnya masih berat dari ketegangan tadi dengan Maxim. Ia menapaki koridor mansion menuju kamar ayahnya, rasanya ada beban yang harus dibagi. “Papa?” Gwen mengetuk pintu, suaranya terdengar lebih lembut daripada biasanya. “Masuk, Gwen,” suara Don Lorenzo tenang tapi hangat, membuatnya merasa sedikit lega. Gwen melangkah masuk, matanya masih menyimpan kilatan kegelisahan. “Pertemuan dengan Barat … dibatalkan,” ucapnya pelan. “Karena … karena Maxim sangat … posesif.” Don Lorenzo mengangkat satu alis, menahan senyum tipis. “Posesif, ya?” Ia menepuk kursi di dekatnya. “Duduklah, Gwen. Ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi.” Gwen menelan napas panjang sebelum duduk. “Aku … aku takut. Maksudku … keputusan itu drastis. Bisa memicu konflik terbuka.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD