12. Mantan Suami Merayakan Kepergianku

1034 Words

Keesokan paginya, Gwen terbangun oleh cahaya matahari yang masuk melalui jendela apartemen. Sinar itu jatuh lembut di lantai, memantul pada dinding pucat yang sederhana. Untuk sesaat, ia lupa di mana ia berada. Tidak ada suara langkah pelayan, tidak ada aroma mahal dari dapur mansion, tidak ada tatapan dingin yang mengawasinya. Hanya keheningan yang jujur. Gwen bangkit perlahan, tubuhnya masih terasa kaku, namun jauh lebih kuat dibanding beberapa hari lalu. Ia berjalan ke dapur kecil dan mendapati sekotak makanan serta secarik catatan di atas meja. “Aku harus pergi pagi-pagi. Makanlah tepat waktu. Jangan memaksakan diri. Maxim.” Jari Gwen menyentuh kertas itu cukup lama. Sebuah senyum tipis muncul, lalu memudar menjadi ekspresi yang lebih serius. Ia tahu ketenangan ini tidak akan berta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD