Gwen masih sibuk dengan dessert keduanya. Ia benar-benar memesannya. Maxim memperhatikannya sambil menyandarkan dagu pada tangannya. Sendok kecil bergerak cepat di tangan Gwen, matanya berbinar setiap kali rasa manis menyentuh lidahnya. Ia terlihat … ringan. Tidak seperti wanita yang berdiri tegar di tengah perang aliansi. Tidak seperti putri keluarga besar yang selalu diawasi. Hanya Gwen. . . Maxim tidak sadar sudut bibirnya terangkat lebih lama dari biasanya. Di dalam hatinya, sebuah kalimat muncul begitu saja Kau masih sama seperti waktu kecil dulu … putri kecil yang cantik dan suka makan. Ia masih ingat pertama kali melihat Gwen kecil di pesta musim panas keluarga. Gaunnya terlalu besar. Pita rambutnya miring. Dan ia berdiri di dekat meja makanan, menatap kue dengan keseriusa

