Vanya membeku. Ia perlahan melepaskan cengkeramannya pada jas Bumi dan berbalik dengan sangat tenang seolah-olah ia baru saja merapikan dasi suaminya, bukan sedang menggodanya. Di sana berdiri Tuan Alister bersama seorang pria dengan setelan jas custom-made berwarna abu-abu arang. Elran—Mantan kekasih Vanya yang lima tahun lalu memilih pergi saat Vanya divonis memiliki masalah jantung, meninggalkannya demi wanita dari keluarga konglomerat lain. "Vanya, perkenalkan. Ini Elran, CEO dari Er-Group, kolega baru kita untuk proyek pengembangan rumah sakit," ucap Tuan Alister datar, tidak menyadari atau mungkin mengabaikan tensi panas di antara putrinya dan pria itu. Elran melangkah maju, memberikan senyum yang terlihat tulus bagi orang awam, namun terlihat sangat memuakkan bagi Vanya. ia mengu

