90. Akhir Yang Bahagia

1058 Words

Hujan turun perlahan sore itu, membasahi halaman rumah besar yang kini benar-benar hidup. Rumah itu sekarang dipenuhi suara tawa, langkah kaki kecil, dan aroma hangat kehidupan. Indira berdiri di depan jendela kamar, menggendong putra kecilnya yang baru berusia tiga bulan. Bayi itu terlelap dengan wajah damai, seolah dunia di luar sana tak pernah menyimpan luka apa pun. Jarinya menggenggam kuat ujung piyama Indira, kebiasaan kecil yang selalu membuat d**a Indira menghangat. “Anak papa kalau tidur mirip banget sama papanya,” suara Arman terdengar dari belakang, lembut, nyaris berbisik. Indira tersenyum tanpa menoleh. “Jangan terlalu bangga. Bangun tidurnya juga mirip papanya. Sama-sama susah dibangunin.” Arman terkekeh. Ia mendekat, merangkul Indira dari samping, mengecup pelipis istrin

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD