"Cinderella?" Rea menunjuk diri sendiri sambil senyum untuk kemudian melanjutkan, "Maksudnya, aku Cinderella?" Ada senyum sebelah bibir penuh cemooh di raut wanita yang baru Rea tahu namanya Vannya—sepupu Jaya, paling pasti adalah sobat karibnya Mbak Friska. Rea manggut-manggut. "Oh, benar memang, Kak. Makanya aku serasi sama Mas Jaya. Persis Cinderella dan pangerannya." Mendengar itu, Vannya praktis tertawa penuh ejekan. "Wah! Bangga, ya, kamu? Makin kelihatan ada di level mana kamu ini." Tatapan Vannya merendahkan, dari atas ke bawah dan ke atas lagi di diri Rea. Rea senyum segaris. "Level Cinderella. Yang kalau dia nggak ada, pangeran bisa apa selain mencarinya walau hanya bermodal sepatu kaca?" Senyum Rea terbit lagi. Santai saja. Rea pernah menghadapi ular jenis Anggi, jadi mung

