"Heh, bocah!" Pura-pura tidak mendengar saja, Guys. Aylin fokus makan puding buah buatan mami. Namun, bangku yang sedang Aylin duduki itu ditarik hingga jaraknya dengan meja sejauh sekian meter. "PAPIII!" "Papi kerja," tukas Julian. Benar juga. Terus ngapain kakaknya ada di sini? Kenapa seorang pimpinan perusahaan besar terkesan punya banyak waktu luang macam ini? "Kakak kenapa di sini? Sebagai anak yang udah dewasa, kok, malah ngebiarin orang tuanya tetep ngantor?! Dan lagi, Kakak makan gaji buta, ya—ah, Mamiii! Kakak Iannya, nih!" Karena tubuh Aylin ditarik lagi saat dia beranjak dari kursi makan itu. Julian membuat adiknya tidak bisa ke mana-mana, terkunci. "Denger-denger ada yang manggil 'Tante' ke istri Kakak." Oalah .... "Dan Kak Ian ke sini cuma buat itu?" Aylin menatap

