BAB 99

1609 Words

Sekitar dua puluh menit setelah sidang ketiga selesai, aku masih berdiri di teras samping gedung pengadilan. Papi dan Mami sudah lebih dulu turun ke mobil. Sementara aku menunggu Juno yang masih dimintai keterangan tambahan oleh jaksa. Bukan pemeriksaan resmi. Hanya diskusi singkat terkait kemungkinan pemanggilan ulang jika sidang berikutnya membutuhkan sinkronisasi dengan saksi ahli dan dokumen operasional perusahaan. Sekitar pukul tiga sore waktu Jakarta. Entah bagaimana waktu bisa bergerak secepat itu. Angin Jakarta terasa panas, lembap, dan memuakkan. Beberapa wartawan masih bertahan di area depan, namun anak-anak buah Papi berhasil membatasi jarak mereka. Aku menyandarkan punggung ke tiang teras. Lelah. Lapar. Mengantuk. Kombinasi yang luar biasa. Tiba-tiba saja terbers

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD