BAB 97

1924 Words

Saksi kedua menempati kursi. Ia adalah mantan staff operasional. Masih muda, mungkin belum genap tiga puluh tahun. Papi bilang, ia bersedia karena kesal dengan Yudhis. Mereka seperti menciptakan situasi yang memojokkannya agar ia mengundurkan diri. Dan itu tak hanya terjadi padanya, tapi juga banyak mantan staf. “Yal?” Aku menoleh ke beliau. “Tau nggak kenapa orang yang sebelumnya baik bisa jadi koruptor?” tanya beliau, berbisik. Aku menggeleng berhubung jawabannya tak akan sekadar ‘karena tergiur uangnya’. “Karena saat ditawarin tanpa melihat dan dengan melihat langsung nominalnya, sensasinya beda.” “Nggak ada hubungannya sama iman, Pi?” balasku. “Ada. Tapi situasi di lapangan bukan pertarungan yang mudah.” “Iya sih.” “Dan setelah dia korupsi sekali, dia akan terus digoda koru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD