Pintu terbuka lagi. Kali ini yang melangkah masuk pria berperawakan tinggi dengan tubuh yang tegap dan atletis. “Dok?” tegurnya. Aku sempat bingung siapa yang disapa, sampai dr. Liang menoleh dan mengangguk. “Tunggu, Ger.” dr. Liang menatapku lagi. “Saya nyuruh calon partner farmasi kita datang pagi-pagi untuk meeting,” ujar beliau padaku. “Tapi saya mampir ke sini dulu karena mau booking scaling.” Aku menoleh sedikit ke drg. Arshaka. Beliau malah menaik-turunkan bahu. “Sama kamu, drg. Arial Ahsan Ihsan,” lanjut dr. Liang. “Saya, Dok?” balasku, tak percaya. “Nggak bisa scaling kakek-kakek?” “Bisa, Dok.” “Oke. Sebelum kamu mulai praktik saja.” Aku mengerjap. “Apa saya harus ke admission dulu?” tanya beliau lagi. “Nggak, Dok. Langsung datang saja ke ruangan,” jawabku. Gugup sete

