⚠️Pertarungan Antara Rasa dan Logika⚠️

1751 Words

Pagi itu Leon berlari-lari kecil di lorong mansion, kantung plastik besar berisi permen bergoyang di tangannya. Senyumnya lebar, matanya berkilat. Ia langsung mencari Matteo dan menemukannya duduk di ruang kerjanya, kepala tertunduk dengan ponsel di tangan. Biasanya pria itu selalu tegang, penuh aura serius, tapi kali ini berbeda. Ada sesuatu yang membuat Matteo tampak… lelah. “Matteo!” seru Leon, menepuk meja dengan keras. “Kau tau apa? Reina sudah pergi. Dia bahkan meninggalkan hadiah ini untukku.” Matteo mengangkat kepalanya dengan gerakan lambat. Sorot matanya kosong, hanya sekilas melirik kantong plastik besar yang Leon sodorkan. “Hadiah?” suaranya rendah, datar, nyaris tanpa energi. Leon menepuk-nepuk kantong permen itu. “Satu kantong penuh permen coklat. Dia bilang ini hadiah per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD