Alvaro duduk di kursi kafe kecil itu, menunggu dengan wajah dingin yang membuat siapa pun di sekitarnya enggan mendekat. Leon masih terlelap di bahunya, sementara pelayan sederhana di balik meja sibuk menyiapkan sesuatu. Nenek paruh baya tadi masuk ke dapur kecil, katanya ia akan mengambil cheesecake stroberi yang masih tersimpan di lemari pendingin. Waktu berjalan lambat. Alvaro tidak menoleh ke mana pun, hanya menatap lurus ke depan. Tapi yang membuat suasana berbeda adalah bocah perempuan kecil bernama Naya yang sejak tadi tidak berhenti mendekat padanya. Meskipun Alvaro sudah memasang wajah sangar, mata elangnya menatap lurus penuh peringatan, bocah mungil itu sama sekali tidak gentar. Ia malah menempel di sisi meja, kedua tangannya bertopang dagu sambil menatap Leon dengan penasaran

