⚠️ Pakai Gaun Itu Untuk Anak Kita ⚠️

1356 Words

Udara kamar itu terasa berat. Lampu gantung yang redup menambah bayangan gelap di dinding, membuat suasana semakin mencekam. Arielle berdiri kaku di hadapan Alvaro, wajahnya memerah, bukan karena malu, melainkan karena marah yang ia tahan sejak rapat tadi. Jemarinya gemetar, hatinya berdegup kencang seolah akan meledak. “Alvaro,” suaranya pecah meski ia berusaha terdengar tenang, “ada hal yang harus kita bicarakan.” Alvaro hanya berdiri dengan tangan terlipat di d**a. Tatapannya dingin, menunggu, seperti singa yang menunggu mangsanya menunjukkan celah. Ia tahu Arielle gelisah, tapi membiarkan wanita itu meledak lebih dulu adalah bagian dari permainannya. Arielle menarik napas panjang, lalu mulai bicara dengan suara bergetar. “Aku ingin tahu… bagaimana mungkin Reina bisa tahu aku hamil?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD