⚠️ Bahagia Saling Memiliki ⚠️

1773 Words

Lampu-lampu taman sudah diredupkan, balon mulai kempis pelan, dan musik pesta yang sejak sore menggema akhirnya berhenti. Udara malam membawa aroma gula, krim, dan bunga segar yang masih tersisa di sepanjang lorong menuju aula. Para pelayan sibuk membereskan piring porselen, memisahkan pita dan kertas kado, mengelap meja panjang yang siang tadi penuh tawa. Di tengah riuh kecil itu, Arielle berdiri di ambang pintu aula, kedua tangannya bertaut di depan perut. Matahati kecilnya terasa penuh. Ia menatap panggung yang baru saja menjadi tempat Leon tertawa, menatap kerlip lampu yang memantul di lantai marmer, dan membiarkan napas panjangnya turun teratur. Tidak ada yang ia sesali hari ini. Pesta kejutan berjalan mulus, para tetua bersuara hangat, dan yang terpenting Leon terlihat benar-benar b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD