Bersama Mama Ana

2411 Words

Pagi menjelang siang di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta selalu ramai seperti biasa. Orang - orang berlalu - lalang dengan koper di tangan, suara roda koper berderak halus di lantai, pengumuman penerbangan sesekali terdengar dari pengeras suara, bercampur dengan percakapan para penumpang yang sedang menunggu jadwal keberangkatan mereka. Di salah satu sudut terminal keberangkatan domestik, Arman, Arsya, Tanti, dan Dede duduk di sebuah lounge bandara yang cukup nyaman. Mereka memilih tempat yang agak di sudut, jauh dari arus orang yang terlalu ramai. Jam di layar ponsel Arman menunjukkan pukul sepuluh lewat sedikit. Mereka memang sengaja memilih penerbangan di jam santai. Tidak terlalu pagi sehingga tidak perlu siap - siap dari subuh, tapi juga tidak terlalu sore agar tidak tiba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD