Entah karena kelelahan setelah pulang dari liburan yang belum sempat benar-benar dipulihkan, lalu langsung kembali ke ritme kerja yang padat dengan kesibukan luar biasa menjelang launching townhouse baru perusahaan milik Arsya, atau karena pola makan yang tidak teratur akibat jadwal yang terus bergeser, tubuh Tanti akhirnya tidak mampu lagi menahan semuanya. Sejak pagi ia sudah berada di kantor, berpindah dari satu pertemuan ke survei persiapan, mengecek setiap detail yang tidak boleh terlewat, memastikan semua berjalan sesuai rencana tanpa memberi ruang untuk kesalahan sekecil apa pun. Waktu makan siang pun terlewat begitu saja, hanya digantikan dengan minuman cepat yang tidak cukup untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap stabil, tetapi Tanti tetap melanjutkan pekerjaannya seolah tubuhnya b

