'Biar Abang Nggak Pening'

2117 Words

Tanti meminum kopinya pelan - pelan setelah burnt cheese cake di piringnya benar - benar tandas. Es batu di gelasnya sudah hampir habis, meninggalkan rasa kopi yang mulai lebih hambar. Arman masih duduk di depannya dan terlihat santai saja, seolah punya waktu sebanyak yang Tanti butuhkan. Apa yang diceritakan Tanti benar - benar menarik soalnya, terasa begitu dekat dan familiar. Walau Tanti tak pernah keceplosan menyebut nama, tapi Arman sudah bisa membayangkan tokoh - tokohnya. Setelah menyeka bibirnya dengan tisu, Tanti menghela napas pendek. Dadanya naik turun sekali sebelum ia melanjutkan. "Jadi habis kawanku itu pulang, bang,," katanya pelan, "... ceritanya kan dia marah kali lah ya sama pacar sahabatnya itu. Kesal juga, sakit hati juga, sedih juga, campur - campur lah rasanya. Pas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD