Arman Tidak Boleh Tahu

2211 Words

Di dalam ruang pemeriksaan klinik kecil itu suasana mulai sedikit lebih tenang setelah keributan di luar mereda. Bau antiseptik terasa cukup kuat, bercampur dengan udara lembap khas ruangan medis yang sering digunakan untuk menangani pasien darurat. Tanti masih terbaring di atas ranjang pemeriksaan. Wajahnya terlihat pucat, tetapi ia tetap berusaha sadar penuh. Napasnya masih sedikit tidak teratur, bukan karena kehilangan kesadaran, melainkan karena rasa sakit yang masih menjalar dari kakinya dan juga rasa panik. Seumur - umur dia belum pernah mengalami kecelakaan. Ingin rasanya menangis tapi dia malu. Dokter yang bertugas saat itu adalah seorang pria paruh baya yang tampak sudah cukup berpengalaman menghadapi situasi seperti ini. Ia mengenakan sarung tangan medis sambil memeriksa luka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD