Arsya dikerjai Lagi

1708 Words

Mobil hitam milik eyang Nino melaju meninggalkan kawasan Kebayoran pukul sembilan lewat sedikit. Sopir eyang, Pak Rudi, duduk tenang di balik kemudi, seolah sudah hafal betul rute - rute panjang Jakarta Sentul tujuan mereka hari ini tanpa perlu banyak arahan. Di dalam mobil, suasana cukup hidup. Arman duduk di kursi depan, sesekali bercakap ringan dengan Pak Rudi soal lalu lintas. Dede, Tanti, duduk di tengah dan Arsya duduk di belakang sendirian. Tanti melihat keluar jendela, matanya tak henti mengamati gedung-gedung yang mereka lewati, terus kemacetan yang terlihat panjang. "Jakarta tuh capek ya, tapi kok kotanya cantik kali," gumam Tanti tanpa sadar. Dede tersenyum. "Itu baru Jakarta Selatan. Nanti kau lihat bagian lainnya, tambah pening kepalamu." Arsya ikut menoleh ke luar, tapi p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD