Pelet Lintas Benua

3820 Words

Mobil Arsya melaju meninggalkan rumah orang tuanya dengan kecepatan sedang. Matahari sudah sudah tinggi tepat di puncaknya, cahayanya menyelinap di antara deretan gedung dan pepohonan pinggir jalan. Di dalam mobil, suasana terasa ganjil. Tidak ada musik. Tidak ada obrolan ringan seperti biasanya. Hanya suara mesin dan sesekali klakson kendaraan lain yang bersahutan. Dede memilih menatap ke luar jendela. Ia menyilangkan tangan di atas tas yang dibawanya, berusaha menata perasaan agar tidak marah sama arsya, dia harus menepikan rasa kesalnya karena dibohongi Arsya. Dan ia juga mengingat pembicaraan dengan tante Ana tadi, dia harus mendengarkan penjelasan Arsya, tapi dia gengsi memulainya. Di sisi lain, Arsya menggenggam setir sedikit lebih erat dari biasanya. Pikirannya sibuk menyusun kalim

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD