Pagi itu Dede sampai di sekolah hampir bersamaan dengan Arsya. Bukan janjian, bukan pula direncanakan. Arsya baru saja menyeberang dari arah parkiran mobil, sementara Dede turun dari mobil yang dikendarai Bang Zaki. Pintu mobil belum tertutup sempurna ketika Arsya sudah berdiri di sampingnya. "Tumben jam segini baru datang," sapa Arsya sambil menyamakan langkah. "Iya," jawab Dede pendek anpa mau menjelaskan apa - apa. Bang Zaki melambaikan tangan ke Arsya sebentar lalu pergi. Dede dan Arsya berjalan berdampingan melewati gerbang sekolah yang mulai ramai. Anak - anak lain lalu - lalang, suara tawa bercampur langkah sepatu, semuanya seperti biasa. Hanya saja bagi Dede, pagi itu terasa agak berat di bahu. "Minggu depan kita ulangan, belajar sama - sama lah," kata Arsya. Nadanya santai, se

