Arman-Arsya 2

1809 Words

Arsya tiba di tempat Dede, Arman, dan Tanti ketika mereka sudah hampir selesai makan. Dia sempat merasa ketinggalan. Namun, perasaannya langsung berubah ketika matanya menangkap satu piring yang masih utuh di depannya. "Itu makananmu sudah aku pesankan," kata Dede sebelum menyuapkan makanannya lagi. Wajah Arsya langsung sumringah. "Oh, untunglah sudah dipesankan. Aku lupa bilang pula tadi," ucap Arsya sambil menarik kursi dan duduk dihadapan Dede, di sebelah abangnya. Di hadapannya sudah tersaji makanan favoritnya, lengkap dengan minuman yang selalu ia pesan setiap kali datang ke sini. Ini bukan kebetulan. Arsya tahu benar, Dede memang selalu hafal kebiasaannya sejak lama. "Hm," gumam Dede singkat. Mulutnya masih penuh, membuat suaranya terdengar tidak jelas. Arsya tersenyum kecil.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD