"Capek?" tanya Arman pelan sambil memijat kaki Tanti yang disandarkan di pangkuannya. "Hmm…" jawab Tanti singkat, matanya sudah terpejam sejak beberapa menit lalu. Arman tersenyum tipis melihat respons itu. Ia tahu betul kondisi Tanti akhir - akhir ini. Bukan benar - benar lelah karena aktivitas berat, melainkan lebih sering diserang kantuk yang datang tiba - tiba tanpa bisa ditebak waktunya, seperti sekarang, baru saja jam setengah delapan malam, ia sudah mengantuk. Sejak awal kehamilan ini, ritme harian Tanti berubah cukup drastis. Rasa kantuk bisa muncul di saat - saat yang tidak terduga, bahkan ketika ia sedang bersiap menghadiri rapat penting di kantor. Pernah suatu pagi ia sudah rapi dengan pakaian kerja lengkap, laptop sudah terbuka, tetapi lima menit sebelum rapat dimulai, ia me

