Masih Mau Usaha

2603 Words

Ketika Arsya mengantarkan Dede pulang malam itu, suasana di dalam mobil tidak seramai saat mereka berangkat tadi siang, tenaga sudah habis dipakai makan, nonton, hangout, makan lagi dan jalan - jalan keliling kota tanpa tujuan. Lampu - lampu jalan memantul di kaca depan, membentuk garis - garis cahaya yang bergerak cepat seiring laju kendaraan. Radio menyala pelan, tapi tidak benar - benar mereka dengarkan, hanya sebagai latar belakang ditengah pembicaraan mereka. Beberapa menit sebelum sampai di rumah Dede, Arsya menoleh sebentar. "Nanti kalau Tanti ngotot kali mau pulang, kamu jangan ikut - ikutan manas - manasin dia." Dede yang sedang memeriksa notifikasi di ponselnya langsung menoleh. "Kenapa? Kan aku cuma beride nanti." Nada suaranya terdengar ringan, seolah hal itu bukan perkara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD