Ketika Arsya mengantarkan Dede pulang malam itu, suasana di dalam mobil tidak seramai saat mereka berangkat tadi siang, tenaga sudah habis dipakai makan, nonton, hangout, makan lagi dan jalan - jalan keliling kota tanpa tujuan. Lampu - lampu jalan memantul di kaca depan, membentuk garis - garis cahaya yang bergerak cepat seiring laju kendaraan. Radio menyala pelan, tapi tidak benar - benar mereka dengarkan, hanya sebagai latar belakang ditengah pembicaraan mereka. Beberapa menit sebelum sampai di rumah Dede, Arsya menoleh sebentar. "Nanti kalau Tanti ngotot kali mau pulang, kamu jangan ikut - ikutan manas - manasin dia." Dede yang sedang memeriksa notifikasi di ponselnya langsung menoleh. "Kenapa? Kan aku cuma beride nanti." Nada suaranya terdengar ringan, seolah hal itu bukan perkara

