Enam bulan kemudian. Desember datang bersama hawa dingin yang lebih tegas di Manchester. Lampu - lampu Natal mulai menghiasi pusat kota walau Natal masih tiga minggu lagi, etalase toko berubah gemerlap, vibes natal sudah sangat terasa, dan udara pagi terasa seperti menusuk tulang. Bagi Arsya, bulan ini bukan sekadar akhir semester. Minggu ketiga Desember adalah hari wisudanya. Dan kali ini, yang datang bukan hanya orang tuanya saja, tapi rombongan keluarga besar. Keluarga old money yang kalau bepergian tidak pernah setengah - setengah. Siapapun anggota keluarga mereka yang mau ikut pasti diajak. Tidak mungkin mereka pusing soal tiket pesawat, tidak hitung - hitungan juga soal penginapan, apalagi transportasi disana. Uang mereka tidak berseri. Awalnya soal penginapan Papa Kana sebenarnya

