Perjalanan Bulan Madu

2215 Words

Malam ini akhirnya benar - benar membawa mereka ke titik paling sunyi setelah seharian penuh hiruk - pikuk yang seolah tidak ada habisnya. Pintu kamar pengantin sudah tertutup sejak tadi, menyisakan keheningan yang sejak pagi belum sempat mereka rasakan. Lampu di kamar Arsya dan Dede belum padam, hanya dibuat sedikit temaram, cukup untuk memberi rasa hangat tanpa menyilaukan mata yang sudah lelah. Dede sudah berganti pakaian dengan baju tidur biasa, sederhana, jauh dari bayangan 'baju dinas' yang sebelumnya sempat disiapkan oleh Arsya untuk malam pertama mereka. Rambutnya yang sudah dicuci dan kering, tampak tergerai natural, wajahnya bersih tanpa riasan, justru membuatnya terlihat lebih tenang dan apa adanya. Arsya keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD