Mencegah Arsya Pulang

3011 Words

Di rumah yang berbeda, di sisi Kota Medan yang lain, Dede sama sekali tidak tahu - menahu bahwa namanya baru saja menjadi bahasan sekaligus alasan seseorang bernama Arsya Mahendra menekan tombol pembelian tiket pesawat lintas benua. Sementara di belahan dunia lain seseorang sedang memantapkan hati menempuh perjalanan belasan jam hanya untuk satu tujuan, Dede justru sedang duduk santai di lantai kamarnya. Ia bersandar pada sisi tempat tidur, rambutnya diikat seadanya, dan laptop terbuka di atas pangkuannya. Catatan rapat bakti sosial memenuhi layar. Beberapa poin masih berantakan, menunggu dirapikan sebelum pertemuan siang nanti. Pagi itu seharusnya biasa saja. Tenang dan produktif. Namun fokusnya buyar ketika ponselnya berbunyi. Nama Arman muncul di layar. Dede mengangkatnya tanpa cur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD