Setelah mandi, Arsya kembali ke ruang kamar dengan sikap yang terlihat biasa saja, seolah tidak ada hal khusus yang sedang ia pikirkan, padahal di dalam kepalanya banyak sekali rencana yang berputar pelan, membentuk bayangan tentang bagaimana malam ini mungkin akan berjalan. Ia menahan semua itu tetap rapi, tidak ingin terlihat terburu - buru ataupun terlalu bahagia sampai memberi tekanan pada suasana yang sebenarnya sudah terasa nyaman. Dede pun tidak menunjukkan hal yang berbeda. Ia bersikap seperti hari - hari sebelumnya, santai, ringan, dan tanpa beban. Sudah lebih dari satu minggu mereka bepergian bersama, berpindah dari satu negara ke negara lain, menikmati perjalanan dengan cara mereka sendiri, hingga tanpa sadar ada satu hal dalam pernikahan mereka yang memang belum sempat terlaks

