Kehadiran mereka langsung menarik perhatian sebagian orang di meja itu. Pak Ivan yang sejak tadi berbincang dengan Dhevi langsung menoleh ke arah keempatnya. Tatapannya bergerak dari Arman, lalu ke Arsya, kemudian Dede, dan terakhir berhenti sebentar pada Tanti. Sebelum sempat ia bertanya, Dhevi sudah lebih dulu menjelaskan dengan santai. "Itu adik - adik sepupu Adek yang tinggal di Medan." Pak Ivan mengangguk pelan, tetapi wajahnya masih menunjukkan rasa penasaran. "Sepupu langsung, Bu?" "Iya," jawab Dhevi ringan. "Papa kami kakak beradik. Kenapa?" Pak Ivan tertawa kecil. "Nggak apa - apa sih, Bu. Cuma tadi saya mikir … jauh - jauh amat cari artis. Ternyata adik sepupu Bu Dhevi ganteng - ganteng semua. Yang cewek juga cantik - cantik. Kenapa nggak sekalian ikut casting saja?" Beb

