15. Luka yang Tidak Bersuara

1044 Words

Ririn terdiam lama. Kepalanya terasa penuh, seolah semua kata saling bertabrakan tanpa satu pun berani keluar lebih dulu. Peristiwa malam itu terlalu memalukan, terlalu menyakitkan untuk disebutkan dengan bahasa apa pun. Ia merasa kotor, merasa gagal, merasa tidak lagi utuh, bukan hanya sebagai istri, tetapi sebagai perempuan. Yang paling menyakitkan bukan hanya kenyataan bahwa ia telah tidur dengan pria lain, melainkan fakta pahit bahwa selama ini suaminya sendiri, Aldo-tidak pernah sekalipun menyentuhnya. Ia adalah istri di atas kertas, namun tubuh dan hatinya tidak pernah benar-benar diakui. Bahkan… dijual hanya demi sejumlah uang. Ririn tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi jika ibunya mengetahui semua itu. Apakah ibunya akan sanggup menerimanya? Atau justru runtuh kare

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD