Ririn mencoba menata napasnya, membuang kesesakan hatinya, saat hari mulai beranjak malam. Pemilik tempat makan itu adalah sepasang suami istri yang usianya sudah setengah abad lebih. Rambut mereka mulai memutih, gerakannya tidak lagi secepat anak muda, namun sorot mata keduanya hangat. Kedua anak mereka sudah berumah tangga dan hidup terpisah, sehingga di rumah sekaligus tempat usaha itu hanya ada mereka berdua. Mereka tampak langsung tertarik pada Ririn. Mungkin karena penampilannya yang bersih dan rapi, atau wajahnya yang polos dan jujur, entah apa alasannya, yang jelas pasangan itu tidak banyak bertanya. Tidak mengorek masa lalu. Tidak meminta penjelasan berlebihan. Mereka hanya memberi pekerjaan sederhana. Sebuah kamar kecil yang bersih. Dan sepiring makanan hangat yang mengepul

