"Tidak apa-apa, aku harus berusaha lebih keras lagi ini," ucap Dewa mencoba memberi penghiburan, entah kepada Kanaya atau kepada dirinya sendiri. "Maafkan aku, Dewa. Sepertinya setelah ini aku akan selalu merepotkanmu." Kanaya berbicara dengan wajah sedih. "Hei, kenapa berbicara seperti itu? Kamu itu istri aku dan aku tidak merasa direpotkan, Sayang. Semuanya sudah menjadi tugasku, sudah jangan sedih lagi." Dewa tersenyum lembut, tak ingin membuat istrinya itu kepikiran. "Ya, aku akan selalu merepotkanmu karena hasilnya positif, Sayang!" Kanaya berseru dengan sangat bersemangat, wanita itu menunjukkan testpack dua garis merah pada suaminya dengan wajah yang sangat sumringah. “Po-positif? Ja-jadi maksudmu? Ka-kamu hamil?” Kedua mata Dewa membesar bagaikan bola pimpong ketika terkejut m

