Lorong L-9

2232 Words

Ternyata gelap itu bukan sekadar hilangnya cahaya. Dia seperti tirai tebal yang dijatuhkan paksa ke seluruh ruang, menelan suara, memelintir udara, dan membuat lorong L-9 tiba-tiba terasa seperti rahim mekanis yang hendak menelan mangsanya kembali ke dalam logam dan ketidakpastian. Sherina menahan napas, tangannya mencengkeram Jason sampai buku kukunya memutih. Ada ketakutan yang menggelayutinya. Dominick memposisikan tubuhnya di depan mereka, seperti perisai hidup yang terbuat dari daging, luka masa lalu, dan tekad yang bahkan malaikat gelap pun enggan menguji. Di dalam gelap, langkah seseorang terdengar. Perlahan. Terukur. Seperti suara kapur menulis angka kematian di papan tulis kehidupan. The First Architect. Ya, itu dia. "Jangan panik, Sayang" bisik Dominick, meski detak jant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD