Bonus Chapter 2

1805 Words

“Aku haus,” itulah kalimat pertama yang meluncur dari bibir Kikan setelah selesai menonton bukti yang Lou simpan, kejadian malam di apartemen pribadinya. “Sebentar, biar aku ambilkan air untukmu,” Halim berdiri, mengambilkan segelas air untuk istrinya dengan perasaan cemas sekali. Butuh keberanian untuk melihat yang terjadi antara Halim dengan mantannya. Kikan tetap melakukannya agar semakin yakin yang terjadi malam itu. Bukti itu cukup membuat Kikan tahu Halim mengatakan semuanya dengan benar, ia beberapa kali terlihat menghindari Lou. Namun, wanita itu tampak tidak siap atau bahkan tidak terima dengan pilihan Halim yang menolaknya. Kikan mengernyit ketika menemukan sebuah video lainnya, dengan rasa penasarannya, ia bergerak memutar video tersebut. Awalnya gelap, hingga ia melihat L

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD