Penyesalan Terdalam

1555 Words

Jakarta, Indonesia. Halim sudah jauh lebih baik, luka-lukanya berangsur hilang. Jarinya pun sudah kembali sembuh yang sempat patah. Dia tidak mendengar kabar Kikan maupun Lou. Namun, bukan Lou yang buatnya lebih cemas melainkan Kikan dan Felora. Halim hampir tidak bisa tidur setiap malam. Kehilangan nafsu makan, ia bahkan resmi menjadi penganggur. Hanya di rumah saja, dan tidak melakukan apa pun, Halim masih belum bisa meyakinkan ayahnya untuk memberinya paspor dan surat-surat lainnya. Keadaan lainnya membuat dia bingung, belakangan ia sering merasakan mual dan pusing yang luar biasa. Terjadi di pagi-pagi atau tengah malam. Ia pikir efek dari keadaan tubuhnya, pasti tendangan dan injakan orang-orang itu yang menyasar perutnya. Halim sampai kembali memeriksa, tetapi tidak ada luka dal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD