Masa Depan

1542 Words

Oma mengusulkan mengadakan malam barbeque di rumah, Kikan dan Amira pergi keluar untuk berbelanja. Halim yang keluar mengernyit, dari jendela ia melihat seorang pria muda, bule yang tampak akrab dengan Kikan. Bahkan membawakan tas belanja mereka. Halim keluar tepat Kikan mengucapkan terima kasih, pria itu pamit sambil memberi senyum manisnya. “Siapa?” tanya Halim to the point. “Apa?” “Pria bule barusan?” selidik Halim. Kikan terlihat dekat sekali dengan bule muda tadi. “Oh, Max usianya baru dua puluh tahun. Dia seorang militer, rumahnya di sana.” Kikan menunjuk rumah bercat putih juga. Rata-rata di sana bangunannya hampir serupa. “Kenapa dia bersikap ramah?” Biasanya warga lokal terkesan cuek kecuali pada orang yang mereka kenali. “Kami kenal lama,” jawab Kikan tidak peka jik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD