55

1124 Words

"Apa maksudmu Pradi?" bentak Gayatri. Gayatri tertegun sesaat, matanya menyipit mencoba membaca arah pikiran putranya yang mendadak berubah haluan. Ia mengira Praditya akan mengamuk, menghancurkan barang, atau setidaknya mengancam akan kabur. Namun, seringai yang tersungging di bibir Praditya saat ini jauh lebih meresahkan daripada kemarahan mana pun. "Oke, Baiklah. Siapkan semuanya... Lakukan apa yang Ibu mau," ujar Praditya dengan nada bicara yang mendadak ringan, namun dinginnya menusuk tulang. Gayatri mencoba menguasai keadaan, ia kembali menegakkan punggungnya. "Bagus kalau kamu akhirnya sadar, Pradi. Ini demi kebaikanmu, demi Aryatama." "Belum cukup, Bu," potong Praditya, ia melangkah memutari sofa tempat ibunya duduk, seolah-olah ia adalah predator yang sedang mengitari mangsan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD