60

1557 Words

Di sudut lain hotel, tepatnya di Royal Suite yang telah disulap menjadi ruang rias pengantin wanita, atmosfer terasa sangat berbeda. Jika di kamar Praditya penuh dengan ketegangan yang kelam, di sini atmosfernya dipenuhi oleh keangkuhan yang meluap-luap dan ambisi yang berkilau tajam seiring dengan perhiasan berlian yang dikenakan. Widya duduk tegak di depan meja rias berukuran besar. Ia menatap pantulan dirinya di cermin dengan dagu terangkat, seolah sedang memandang rendah dunia yang sebentar lagi akan berada di bawah kakinya. Gaun kebaya pengantin berwarna putih tulang dengan ekor panjang yang menjuntai sudah melekat sempurna di tubuhnya, penuh dengan taburan payet kristal yang menyilaukan. "Hati-hati dengan sanggulku," ketus Widya pada penata rias yang sedang menyematkan cunduk mentu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD