“Devinka, Tante benar-benar ngga bisa bujuk Bian. Kamu apa udah ketemu sama dia? Sampai sekarang Tante masih berharap kalau kamu yang jadi istrinya Bian. Devinka, lagipula kenapa sih kamu harus buat ulah. Andai kamu ngga buat masalah, mungkin saat ini kalian udah menikah.” Rasa frustasi bukan hanya milik Devinka, tetapi Flora juga merasakan hal sama. Jangankan berbicara dengan anaknya, berbicara dengan Keyra pun sudah dia lakukan. Tapi sampai detik ini belum ada perubahan apapun. yang ada suaminya turut turun tangan. “Ada satu hal yang harus kamu tau, Devinka.” Devinka mengerutkan keningnya menatap Flora. “Apa, Tante?” “Tante ngga tau kabar ini akan bikin kamu hilang rasa ke Bian apa engga. Tapi waktu itu Bian bilang kalau wanita itu sed—” “Di sini rupanya kamu.” Perkataan Flora terj
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


